Polisi Gagalkan Adu Mekanik Geng Remaja Sukolilo yang Direncanakan Lewat Medsos





Polisi Gagalkan Adu Mekanik Geng Remaja Sukolilo yang Direncanakan Lewat Medsos


SUKOLILO, PATINEWSCOM 

Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan aksi tawuran antar kelompok geng remaja yang akan terjadi di pertigaan Pasar Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (13/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Tawuran tersebut melibatkan geng All Star Sukolilo dan geng Resplat Lebak Wetan yang sebelumnya saling menantang melalui media sosial.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, S.H., M.M. mengatakan, penggagalan tawuran berawal dari laporan warga yang melihat pergerakan sekelompok remaja mencurigakan di sekitar pasar. "Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung memerintahkan personel piket serta fungsi terkait untuk mendatangi lokasi," ujarnya.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas mendapati sejumlah remaja dari dua kelompok yang diduga hendak melakukan perkelahian massal. Dengan bantuan warga setempat, polisi berhasil membubarkan kedua kelompok sebelum bentrokan terjadi. "Alhamdulillah situasi bisa kami kendalikan dan tidak ada korban dalam kejadian ini," katanya.

Dari hasil pengamanan, polisi mengamankan sejumlah remaja yang seluruhnya masih berstatus pelajar. Dari kelompok Resplat Lebak Wetan diamankan inisial FB (18), WA (16), APP (15), ASP (15), dan RAM (17). Sementara dari kelompok All Star Sukolilo diamankan inisial TDS (16), TH (15), RAS (17), dan RQ (16).

Selain para remaja, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario dan sejumlah batu yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolsek Sukolilo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Sahlan menegaskan bahwa aksi tawuran, meskipun belum sempat terjadi, merupakan perbuatan yang sangat membahayakan. "Tawuran berpotensi menimbulkan korban jiwa dan meresahkan masyarakat, sehingga harus kami cegah sejak dini," tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, kedua kelompok sepakat melakukan tawuran setelah berkomunikasi dan saling menantang melalui media sosial. "Ini menjadi perhatian serius kami karena media sosial sering dijadikan sarana provokasi oleh kelompok remaja," imbuhnya.

Kapolsek menambahkan, karena para pelaku masih di bawah umur, penanganan dilakukan dengan mengedepankan pembinaan dengan melibatkan orang tua, pihak desa, dan sekolah. "Kami tetap proses sesuai aturan, namun juga fokus pada pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya," jelasnya.

Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya, khususnya aktivitas di media sosial. "Kami akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat. Peran masyarakat juga sangat penting untuk menjaga kondusivitas wilayah," pungkas AKP Sahlan.

(Humas Resta Pati)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama