Direktur LBH Djoeang Pati Soroti Mandeknya Program Beasiswa untuk Siswa Tidak Mampu


Direktur LBH Djoeang Pati Soroti Mandeknya Program Beasiswa untuk Siswa Tidak Mampu


PATI – Direktur LBH Djoeang Pati, Fatkhurrohman, SH., MH., menampilkan terhentinya program beasiswa yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan pasangan Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Rabu, 13/5/2016.


Menurut Fatkhurrohman, program beasiswa tersebut selama ini menjadi harapan bagi banyak keluarga miskin di Kabupaten Pati. 


Dengan adanya bantuan pendidikan dari pemerintah daerah, para siswa dari kalangan tidak mampu terus bersekolah dan meringankan beban ekonomi orang tua.


Namun, setelah Risma Ardhi Chandra menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, program beasiswa tersebut disebut tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. 


Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di masyarakat tengah, khususnya para penerima bantuan pendidikan yang kini harus menanggung biaya sekolah secara mandiri.


“Program beasiswa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Banyak anak-anak yang sebelumnya bisa sekolah karena adanya bantuan tersebut.Tetapi sekarang programnya terhenti, sehingga masyarakat harus membayar sendiri biaya pendidikan,” ujar Fatkhurrohman.


Ia mengaku prihatin jika kondisi tersebut terus berlanjut. 


Menurutnya, program beasiswa yang diumumkan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Pati, termasuk risiko meningkatnya angka putus sekolah di kalangan siswa kurang mampu.


Fatkhurrohman berharap Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tidak mengabaikan program yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil tersebut. 


Ia meminta agar pemerintah daerah segera melanjutkan kembali program beasiswa demi keberlangsungan pendidikan para pelajar penerima bantuan.


“Masyarakat sangat menantikan program ini berjalan kembali. Jangan sampai ada anak-anak penerima beasiswa yang akhirnya putus sekolah karena keterbatasan biaya,” tegasnya.


Ia juga menilai bahwa pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, keinginan program beasiswa dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati.


Terhentinya program beasiswa tersebut kini menjadi perhatian publik. Banyak warga berharap bantuan pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait kelangsungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama